MENU Monday, 20 Apr 2026

Edukasi Penanganan Ular Bersama Ophidia Ular Indonesia di Accessina Training Center

3 minutes reading
Sunday, 23 Mar 2025 11:10 632 PMI Jombang

Mojokerto, 22-23 Maret 2025 – Fajar I Kurniawan, Pengurus Bidang Diklat dan Infokom PMI Kabupaten Jombang, mendapatkan pengalaman menarik saat menghadiri undangan kegiatan Awareness Snake Handling (Kesadaran Penanganan Ular) yang digagas oleh Accessina dan Ophidia Ular Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 22-23 Maret 2025, di Accessina Training Center, Trowulan, Mojokerto. Acara ini menjadi momen berharga bagi Fajar karena ini adalah pertama kalinya ia melihat langsung berbagai jenis ular dan mendapatkan edukasi tentang cara menangani ular dengan aman.

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk masyarakat umum, instansi, dan pemerhati ular. Acara dibuka dengan atraksi ular yang menampilkan beberapa jenis ular, salah satunya adalah King Kobra, yang dipandu oleh pakar ular dari Singosari, Malang, Faruq Lintang Sewu. Atraksi ini menjadi pembuka yang menarik dan memukau para peserta.

Dipandu oleh Bapak Asruri, Direktur Accessina, kegiatan berlangsung dengan sangat interaktif. Asruri menyampaikan materi edukasi tentang ular dengan jelas dan ilmiah untuk menghilangkan stigma negatif dan ketakutan berlebihan terhadap ular. “Jangan takut Dengan Ular” menjadi salah satu pesan penting beliau, “Keberanian tidak hanya berarti menghadapi bahaya, tetapi juga belajar mengendalikan takutmu.”

Pada sesi tanya jawab, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain: Bagaimana cara berkenalan dengan ular? Bagaimana menentukan apakah ular berbisa atau tidak?Apa yang harus dilakukan jika bertemu ular? Apa langkah pertama jika digigit ular?

Faruq Lintang Sewu, pakar ular yang hadir sebagai narasumber, memberikan penjelasan lengkap dan demonstrasi langsung. Ia menekankan bahwa ular adalah bagian dari ekosistem dan seringkali menjadi “tetangga” manusia. “Dalam radius 10 meter dari rumah kita, potensi ada ular. Jadi, kita perlu belajar hidup berdampingan dengan mereka,” ujarnya.

Faruq juga mendemonstrasikan beberapa jenis ular, baik yang berbisa maupun tidak berbisa. Bahkan, ia mencobakan gigitan ular tidak berbisa kepada Fajar I Kurniawan sebagai bagian dari edukasi. Selain itu, Faruq membagikan teknik menghadapi ular yang ditemui di rumah, termasuk cara mengusirnya dengan aman.

Dalam kesempatan ini, Fajar I Kurniawan yang mewakili PMI Kabupaten Jombang juga memberikan kontribusi dengan menyampaikan materi tentang Pertolongan Pertama pada Kasus Gigitan Ular. Ia menekankan pentingnya menganggap semua ular berbisa sebagai tindakan preventif, terutama bagi masyarakat awam yang belum bisa membedakan jenis ular.

Fajar juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadi salah satu materi dalam pelatihan Pertolongan Pertama khususnya untuk kasus gigitan ular. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan bisa menjadi materi penting dalam pelatihan relawan PMI. Kami berharap dapat menjalin kerjasama dengan Accessina dan Ophidia Ular Indonesia di masa depan untuk mengedukasi relawan PMI Kabupaten Jombang tentang penanganan ular dan gigitan ular,” ujar Fajar.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama peserta dengan beberapa jenis ular yang telah diperkenalkan selama kegiatan. Moment ini menjadi kenangan berharga bagi semua peserta, termasuk Fajar I Kurniawan, yang merasa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan PMI Kabupaten Jombang.

Accessina, berkolaborasi dengan Ophidia Ular Indonesia, merupakan lembaga yang berdedikasi untuk melestarikan dan mempromosikan pengetahuan tentang ular di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen mereka dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan hidup harmonis dengan ular.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA