PMI Kabupaten Jombang Berikan Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Santriwati Baru PPP Al-Masruriyyah

3 minutes reading
Sunday, 5 Jul 2026 12:43 71 Infokom PMI Jombang

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jombang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan remaja melalui kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dan seksualitas. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menjadi narasumber pada Seminar Kesehatan Masa Orientasi Santriwati Baru Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh PPP Al-Masruriyyah pada Minggu (5/7/2026) di lingkungan pondok pesantren yang berlokasi di Jl. Irian Jaya No. 10, Dusun Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 12.00 WIB ini menghadirkan narasumber Nur Chasanah Febby Ani dari PMI Kabupaten Jombang bersama Umida Auliya (RKTL). Seminar dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Masa Orientasi Santriwati Baru dengan tujuan membekali para peserta mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja agar memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam menjaga kesehatan diri, memahami perubahan yang terjadi pada masa remaja, serta mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan menghindari perilaku berisiko.

 
Kegiatan diawali dengan pembukaan, perkenalan narasumber, serta penyampaian tujuan seminar. Selanjutnya peserta mengikuti sesi edukasi yang dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, permainan edukatif (edu game), diskusi, hingga sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

Materi seminar meliputi tiga pokok bahasan utama, yaitu “Perjalananku Dimulai dari Sini” sebagai pengantar mengenal diri dan proses tumbuh kembang remaja, “Aku dan Tubuhku” yang membahas perubahan fisik maupun psikologis selama masa pubertas serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, dan “Perilaku Berisiko” yang memberikan pemahaman mengenai berbagai perilaku yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan masa depan remaja beserta upaya pencegahannya.

Seminar diikuti oleh 60 santriwati baru yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Interaksi aktif terlihat selama sesi permainan edukatif maupun diskusi, di mana peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas yang mendorong mereka untuk berpikir kritis, berbagi pengalaman, serta mengajukan pertanyaan kepada narasumber.

Metode pembelajaran yang digunakan terdiri atas 40% penyampaian materi, 40% edukasi interaktif melalui permainan (edu game), serta 20% diskusi dan evaluasi. Melalui pendekatan tersebut, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, perubahan yang terjadi pada masa remaja, pentingnya menjaga diri, serta kemampuan mengenali perilaku berisiko dan langkah-langkah untuk menghindarinya.


Seluruh rangkaian seminar berlangsung dengan lancar tanpa kendala. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran para santriwati untuk menerapkan perilaku hidup sehat, menjaga kesehatan reproduksi, serta menjadi remaja yang mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Ke depan, kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dan seksualitas di lingkungan pondok pesantren diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan metode yang semakin interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik remaja. Dukungan dari pihak pondok pesantren juga diharapkan terus diperkuat melalui pembinaan dan pendampingan agar materi yang telah diterima peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA