Jombang – Kesadaran akan pentingnya kemampuan pertolongan pertama di lingkungan keluarga mendorong Keluarga Besar Punimaru menggelar kegiatan Edukasi Pertolongan Pertama pada Jumat, 5 Juni 2026, bertempat di kediaman Bapak Tilmann di Mojoagung, Jombang. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB tersebut diikuti oleh 25 peserta, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kegiatan ini diselenggarakan atas inisiatif Ibu Zia dan Bapak Tilmann, yang selama ini tinggal di Jerman. Menurut Ibu Zia, pengetahuan pertolongan pertama merupakan bagian penting dari pendidikan masyarakat di Jerman dan telah menjadi keterampilan dasar yang dimiliki oleh hampir setiap warga, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
“Di Jerman, pertolongan pertama menjadi pengetahuan dasar yang diajarkan dan dimiliki oleh banyak orang. Kami berharap budaya positif ini juga dapat diterapkan di lingkungan keluarga di Indonesia, sehingga setiap anggota keluarga memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan awal saat terjadi keadaan darurat,” ungkap Ibu Zia.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, keluarga menghadirkan narasumber dari PMI Kabupaten Jombang, yaitu Fajar Indra Kurniawan, S.Kom., M.Kom., Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Informasi dan Komunikasi PMI Kabupaten Jombang yang juga merupakan trainer pertolongan pertama.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar Indra Kurniawan menyampaikan apresiasi atas inisiatif keluarga yang menjadikan kegiatan belajar pertolongan pertama sebagai bagian dari agenda kebersamaan keluarga.
“Kegiatan seperti ini sangat positif dan layak menjadi role model bagi keluarga lainnya. Waktu berkumpul bersama keluarga tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat, salah satunya pertolongan pertama,” ujarnya.
Materi yang disampaikan difokuskan pada berbagai kasus kegawatdaruratan yang sering terjadi di lingkungan keluarga, antara lain: Luka, Mimisan, Terkilir, Luka bakar, Pingsan, Kejang, Sesak napas dan Tersedak

Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif terlibat dalam simulasi sederhana dengan memerankan korban pada berbagai kasus yang dibahas. Sesi tanya jawab pun berlangsung hidup dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta terkait penanganan kondisi darurat yang mungkin terjadi di rumah.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi pertolongan pertama dapat dilaksanakan dalam suasana santai dan kekeluargaan tanpa mengurangi esensi pembelajaran. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pertolongan pertama, diharapkan setiap keluarga mampu memberikan bantuan awal yang tepat sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Acara ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antaranggota keluarga serta menjadi penutup yang berkesan bagi seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak keluarga yang menyadari pentingnya keterampilan pertolongan pertama sebagai bekal menghadapi situasi darurat sehari-hari, sehingga tercipta keluarga yang lebih tanggap, peduli, dan siap membantu sesama.

No Comments