Jombang, 31 Agustus 2026 — Ribuan peserta Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 mendapatkan akses layanan kesehatan selama mengikuti rangkaian kegiatan di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang. Selama lima hari pelaksanaan, peserta dengan berbagai keluhan kesehatan dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan di posko kesehatan yang disiapkan di lokasi kegiatan.
Muktamar yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh 2.943 peserta. Dengan jumlah peserta yang besar dan aktivitas yang berlangsung selama beberapa hari, keberadaan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan dan keselamatan peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Selama penugasan di Posko 2 yang berada di MTsN 3 Jombang, tercatat 119 kunjungan layanan kesehatan dari peserta dengan berbagai keluhan. Keluhan yang disampaikan cukup beragam, mulai dari pusing, lemas, kelelahan, batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, gangguan lambung, hingga nyeri pada beberapa bagian tubuh.

Sebagian peserta juga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi tubuh mereka. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol sesuai kebutuhan peserta dan layanan yang tersedia di posko.
Pada hari pertama, misalnya, beberapa peserta datang dengan keluhan lemas, pusing, kembung, hingga tekanan darah tinggi. Salah satu peserta yang membutuhkan tindak lanjut kemudian dievakuasi menuju posko kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas medis.
Memasuki hari kedua, jumlah peserta yang memanfaatkan layanan kesehatan meningkat. Keluhan yang ditangani antara lain pusing, batuk pilek, kelelahan, nyeri leher, nyeri lengan, serta keluhan lainnya. Salah satu peserta juga mendapatkan penanganan awal setelah mengalami trauma pada kuku kaki disertai avulsi parsial akibat tersandung.

Pada hari berikutnya, layanan kesehatan kembali menerima puluhan peserta. Keluhan yang muncul semakin beragam, seperti diare, demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, asam lambung, nyeri badan, hingga keluhan pada betis dan bahu. Peserta juga memanfaatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Pemeriksaan dan penanganan peserta dilakukan bersama tenaga kesehatan dari sejumlah unsur yang bertugas di posko kesehatan. Beberapa peserta mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut serta terapi sesuai kebutuhan dari dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas, termasuk dukungan dari tim RSUD Jombang, RSUD Ploso, RS LDII Surabaya, maupun tenaga kesehatan lainnya yang berada dalam sistem pelayanan kesehatan kegiatan.
Selain memberikan pelayanan terhadap keluhan kesehatan, kesiapsiagaan juga dilakukan terhadap kondisi yang membutuhkan pertolongan segera. Salah satunya ketika seorang peserta mengalami pingsan pada hari keempat. Peserta tersebut mendapatkan pertolongan pertama dari petugas kesehatan dan selanjutnya memperoleh penanganan lebih lanjut oleh dokter yang bertugas.

Pada kesempatan lainnya, peserta dengan keluhan ringan seperti pusing, nyeri gigi, badan lemas, serta keluhan kesehatan lainnya juga mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan. Dengan adanya posko kesehatan yang aktif selama kegiatan, peserta tidak harus mencari akses layanan kesehatan yang jauh ketika mengalami keluhan saat berada di area kegiatan.
Untuk mendukung pelayanan, tim kesehatan disiagakan dengan tiga petugas setiap shift, didukung satu unit ambulans, satu unit tandu lipat, satu tabung oksigen, serta satu set tas pertolongan pertama. Layanan berlangsung setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 14.30 WIB dengan kondisi cuaca yang cerah.
Selama lima hari pelaksanaan, tidak terdapat laporan kasus gawat darurat yang mengganggu keberlangsungan kegiatan. Berbagai keluhan yang muncul dapat ditangani melalui pelayanan kesehatan di lokasi maupun dengan dukungan tenaga medis yang bertugas.

Kesiapsiagaan layanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jombang dalam penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 Tahun 2026. Bersama unsur kesehatan lainnya, PMI turut memastikan peserta memiliki akses terhadap pertolongan pertama dan layanan kesehatan ketika membutuhkan bantuan selama berada di lokasi kegiatan.
Kehadiran layanan kesehatan di tengah kegiatan dengan ribuan peserta menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dalam setiap kegiatan masyarakat berskala besar. Bagi peserta, tersedianya akses pemeriksaan dan pertolongan di lokasi memberikan dukungan agar mereka dapat mengikuti rangkaian Muktamar dengan lebih aman dan nyaman hingga kegiatan berakhir.
No Comments