Jawa Timur Perkuat Kapasitas Tanggap Darurat Bencana Melalui Pelatihan MTDB

3 minutes reading
Thursday, 17 Sep 2026 20:43 15 Infokom PMI Jombang

GRESIK — Sebanyak 40 peserta dari PMI Kabupaten/Kota se-Jawa Timur memperkuat kapasitas manajemen tanggap darurat bencana melalui Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana (MTDB) bagi Pelaku Tahun 2026 yang diselenggarakan PMI Provinsi Jawa Timur pada 9–17 September 2026.

Pelatihan yang berlangsung di Pusdiklat PMI Provinsi Jawa Timur, Jalan Permata Raya 1–3, Graha Bunder Asri, Gresik, tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan sumber daya PMI dalam mendukung pelayanan dan operasi kemanusiaan pada situasi tanggap darurat bencana.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep, peran, fungsi, dan tanggung jawab PMI dalam pelayanan kemanusiaan. Materi juga diarahkan untuk membangun kesiapsiagaan dan profesionalisme pelaku MTDB agar mampu menjalankan tugas sesuai prosedur, standar operasional, serta prinsip-prinsip kepalangmerahan.

Pembelajaran berlangsung selama tujuh hari dengan enam hari pembelajaran teori dan manajemen kebencanaan di dalam ruangan. Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan praktik simulasi tanggap darurat bencana selama satu hari satu malam di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik.

Simulasi memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran. Dalam proses tersebut, peserta dituntut untuk mampu berkomunikasi, bekerja secara efektif dalam tim, serta menjalankan tugas sesuai peran dalam situasi yang menyerupai kondisi tanggap darurat.

Selain keterampilan operasional, peserta juga mendapatkan penguatan dalam aspek pencatatan dan dokumentasi. Kemampuan melakukan pencatatan secara sistematis, akurat, dan tepat waktu menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pengelolaan informasi selama operasi kemanusiaan.

Pelatihan diikuti 40 peserta dengan dukungan empat pelatih dari PMI Provinsi Jawa Timur yang memiliki pengalaman dan kualifikasi dalam bidang tanggap darurat bencana. PMI Kabupaten Jombang turut berpartisipasi melalui Waqit Farisman sebagai peserta pelatihan.

Selama proses pembelajaran, peserta juga menghadapi berbagai dinamika, antara lain pengelolaan waktu dalam menyelesaikan tugas di luar jadwal pelatihan, perbedaan karakter dan budaya kerja, serta variasi bahasa yang dapat memengaruhi komunikasi dalam kerja tim. Dinamika tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran, khususnya ketika peserta bekerja sama dalam tugas kelompok dan simulasi bencana.

Dari pelatihan tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih kuat mengenai manajemen tanggap darurat sekaligus kemampuan untuk bekerja secara terkoordinasi dalam tim. Peserta juga didorong untuk menjadi pelaku MTDB yang kompeten, disiplin, bertanggung jawab, siap dimobilisasi, dan mampu memberikan layanan kemanusiaan sesuai standar PMI.

Pelatihan MTDB juga menjadi ruang untuk mempertemukan peserta dari berbagai PMI Kabupaten/Kota di Jawa Timur sehingga terbuka kesempatan untuk membangun pemahaman dan pola kerja yang lebih selaras dalam menghadapi situasi tanggap darurat.

Ke depan, pelatihan teknis serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak sumber daya PMI memiliki pemahaman mengenai manajemen dan standar pelayanan dalam tanggap darurat bencana. Di tingkat Kabupaten/Kota, kesempatan mengikuti pengembangan kapasitas juga perlu diberikan secara lebih luas kepada relawan agar kompetensi tidak hanya bertumpu pada personel yang sama.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA