Komunikasi Hingga Jejaring, Relawan PMI Jombang Perkuat Bekal Fasilitator PMR

2 minutes reading
Saturday, 19 Sep 2026 18:54 25 Infokom PMI Jombang

Memasuki hari kedua, Pelatihan Fasilitator Pembinaan Palang Merah Remaja (Training of Facilitator/ToF) PMI Kabupaten Jombang Tahun 2026 berlanjut dengan pembelajaran yang berfokus pada penguatan kompetensi dan keterampilan fasilitator. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (19/9) dan diikuti 30 relawan PMI Kabupaten Jombang.

Rangkaian pembelajaran diawali dengan review materi hari sebelumnya untuk menguatkan kembali pemahaman peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan daily test sebagai bagian dari evaluasi proses pembelajaran yang telah berlangsung.

Pada sesi berikutnya, peserta mempelajari materi Profil Fasilitator. Materi ini membahas peran, sikap, serta kompetensi yang perlu dimiliki dalam menjalankan tugas sebagai fasilitator pembinaan PMR. Pemahaman tersebut menjadi dasar bagi peserta untuk mengenali tanggung jawabnya ketika mendampingi proses belajar anak dan remaja.

Pembelajaran kemudian berlanjut pada materi Komunikasi, Metode, dan Media. Peserta mempelajari cara membangun komunikasi yang efektif, memilih metode pembelajaran yang sesuai, serta memanfaatkan media sebagai pendukung proses fasilitasi. Materi ini memberikan bekal agar proses pembinaan dapat berlangsung secara lebih interaktif dan sesuai dengan karakter peserta didik.

Kemampuan melakukan evaluasi dan menyusun pelaporan juga menjadi bagian dari pembelajaran hari kedua. Melalui materi Evaluasi dan Pelaporan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses menilai pelaksanaan pembinaan sekaligus mendokumentasikan hasilnya secara sistematis.

Selanjutnya, peserta mempelajari Jejaring dan Kerja Sama. Materi tersebut memperkenalkan pentingnya membangun hubungan dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pelaksanaan serta keberlanjutan pembinaan PMR.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga mulai menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL). Penyusunan RKTL menjadi bagian dari proses menghubungkan hasil pembelajaran selama pelatihan dengan rencana penerapannya dalam kegiatan pembinaan PMR setelah pelatihan selesai.

 

Rangkaian pembelajaran hari kedua ditutup dengan evaluasi harian, asesmen mandiri, dan penugasan. Tahapan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk merefleksikan proses belajar sekaligus melihat kembali pemahaman dan kesiapan mereka dalam menjalankan peran sebagai fasilitator.

Jika pada hari pertama peserta diperkenalkan pada dasar-dasar pembinaan PMR, maka hari kedua mulai mengarahkan peserta pada kemampuan yang lebih aplikatif. Pengetahuan mengenai komunikasi, metode, media, evaluasi, pelaporan, jejaring, hingga penyusunan rencana tindak lanjut menjadi bagian yang saling berkaitan dalam pelaksanaan tugas fasilitator.

Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, peserta diharapkan dapat membawa hasil pelatihan ke unit-unit PMR yang nantinya mereka dampingi. Dengan demikian, proses pembelajaran selama ToF tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam pembinaan PMR dan mendukung keberlanjutan kegiatan kepalangmerahan bagi anak dan remaja di Kabupaten Jombang.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA