30 Relawan PMI Jombang Disiapkan Menjadi Fasilitator Pembinaan PMR

3 minutes reading
Friday, 18 Sep 2026 18:48 38 Infokom PMI Jombang

Sebanyak 30 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jombang mengikuti Pelatihan Fasilitator Pembinaan Palang Merah Remaja (Training of Facilitator/ToF) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Markas PMI Kabupaten Jombang ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni 18–20 September dan 25–27 September 2026.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas relawan yang akan berperan dalam pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) di wilayah Kabupaten Jombang. Para peserta dipersiapkan agar memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai untuk mendampingi proses pembinaan PMR di unit sekolah.

Kegiatan resmi dibuka pada Jumat (18/9) oleh Ketua PMI Kabupaten Jombang, Drs. Soeharto, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan fasilitator sekaligus melahirkan relawan yang siap menjalankan perannya dalam pembinaan PMR.

 

“Harapannya, pelatihan ini dapat memenuhi kebutuhan fasilitator dan mencetak fasilitator yang siap memfasilitasi, menginspirasi, dan mengabdi,” ujar Drs. Soeharto, M.Si.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri jajaran Pengurus PMI Kabupaten Jombang, Kepala UDD PMI Kabupaten Jombang dr. Suparyanto, M.Kes., narasumber sekaligus perwakilan PMI Provinsi Jawa Timur Hamidan Noor Firdaus, panitia pelaksana, serta seluruh peserta pelatihan.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan sejumlah materi dasar, antara lain Pengantar Pelatihan, Pembinaan PMR, Karakter Anak dan Remaja, Mengorganisir Anak dan Remaja, serta Youth as Agents of Behavioural Change (YABC). Materi tersebut memberikan bekal untuk memahami proses pembinaan sekaligus mengenali karakter anak dan remaja yang menjadi bagian penting dalam proses pendampingan.

Pembelajaran juga dilakukan melalui berbagai metode yang mendorong keterlibatan aktif peserta, seperti simulasi, diskusi kelompok, berbagi pengalaman, tanya jawab, bermain peran, pemutaran film, dan presentasi. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk tidak hanya memahami materi, tetapi juga berlatih menerapkannya dalam situasi pembinaan.

Salah satu materi yang turut mendapat perhatian adalah YABC. Melalui materi ini, peserta diperkenalkan pada peran anak dan remaja sebagai agen perubahan yang dapat berkontribusi dalam membangun lingkungan yang lebih inklusif, damai, serta berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Selain memperkuat pemahaman tentang pembinaan PMR, peserta juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan menerapkan metode pembelajaran aktif, menyusun kegiatan berbasis Tri Bakti PMR, serta melakukan evaluasi terhadap proses pembinaan di unit sekolah. Kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung fasilitator dalam menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan anak dan remaja.

Pelatihan yang berlangsung hingga 27 September 2026 ini diharapkan tidak berhenti pada proses pembelajaran di dalam kelas. Para peserta nantinya diharapkan dapat menyosialisasikan pengetahuan yang diperoleh, menerapkannya pada unit binaan, serta melaksanakan rencana tindak lanjut sebagai bagian dari keberlanjutan pembinaan PMR.

Dengan bertambahnya relawan yang memiliki kapasitas sebagai fasilitator, proses pembinaan PMR di Kabupaten Jombang diharapkan semakin memiliki dukungan sumber daya yang memadai. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan proses pembinaan yang tidak hanya mengajarkan keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, kemampuan bekerja sama, dan nilai-nilai kemanusiaan pada generasi muda.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA