Jombang – Mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027, PMR Madya Unit MTsN 1 Jombang menyelenggarakan rangkaian orientasi dan pengenalan Palang Merah Remaja (PMR) dengan konsep pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan berbasis pengalaman. Kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap setiap minggu selama bulan Agustus tersebut diikuti oleh 115 anggota PMR.
Rangkaian orientasi dirancang tidak hanya melalui penyampaian materi secara konvensional, tetapi juga dengan berbagai aktivitas dan tantangan yang mendorong peserta untuk aktif belajar, bekerja sama, berkomunikasi, berkreasi, serta berani menyampaikan gagasan.
Pada minggu pertama, peserta mendapatkan pengenalan mengenai PMR, Palang Merah Indonesia (PMI), Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta berbagai aktivitas kepalangmerahan. Untuk membangun keakraban dan kekompakan antaranggota, peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan tantangan untuk membuat yel-yel kelompok.

Memasuki minggu kedua, kreativitas peserta kembali dikembangkan melalui pembuatan media pembelajaran. Setiap kelompok mendapatkan tema berbeda untuk dituangkan ke dalam media berbahan dasar kertas Manila. Tema yang diangkat meliputi sejarah Gerakan Palang Merah Internasional, Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Tri Bakti PMR, kegiatan PMR di sekolah, PMI, serta berbagai materi dasar kepalangmerahan lainnya.
Puncak kreativitas berlangsung pada minggu ketiga melalui kegiatan bertajuk “MISSION PMR”. Media pembelajaran hasil karya setiap kelompok dipajang dan digunakan sebagai sarana berbagi pengetahuan antarpeserta.
Dalam kegiatan tersebut, setiap kelompok membagi peran antara anggota yang bertugas sebagai penjaga stan dan anggota yang berkeliling mengunjungi kelompok lain sebagai audiens. Penjaga stan bertanggung jawab menjelaskan materi yang telah dibuat, sementara anggota kelompok lain menyimak, mengajukan pertanyaan, dan menggali informasi dari kelompok yang dikunjungi.
Konsep tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Peserta tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga belajar bagaimana menyampaikan informasi kepada orang lain secara jelas dan menarik.

Penilaian kelompok dilakukan berdasarkan beberapa aspek, antara lain kelengkapan materi, kreativitas media, kemampuan bekerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan dalam menyampaikan hasil. Dengan demikian, MISSION PMR menjadi sarana untuk melatih berbagai keterampilan peserta secara bersamaan.
Pada rangkaian berikutnya, fasilitator memberikan penguatan materi mengenai Gerakan Kepalangmerahan sekaligus melakukan evaluasi terhadap media pembelajaran dan materi yang telah dikembangkan oleh peserta. Sebagai bentuk apresiasi, kelompok dengan hasil terbaik diberikan penghargaan dan hadiah.
Orientasi kemudian dilanjutkan dengan simulasi soal Gerakan Kepalangmerahan menggunakan platform Wayground. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi kemampuan awal peserta sekaligus persiapan menuju uji kecakapan bersama PMI Kabupaten Jombang.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, orientasi PMR MTsN 1 Jombang tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan ekstrakurikuler. Pembelajaran dikembangkan sebagai proses yang mendorong peserta untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap kepedulian, kemampuan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian.
PMI Kabupaten Jombang mengapresiasi inovasi pembinaan yang dilakukan PMR Madya Unit MTsN 1 Jombang. Kreativitas dalam pembelajaran PMR menjadi salah satu cara untuk membuat nilai-nilai kepalangmerahan lebih dekat dengan kehidupan peserta didik sekaligus meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.
Melalui konsep pembelajaran berbasis tantangan seperti MISSION PMR, diharapkan anggota PMR MTsN 1 Jombang tidak hanya mengenal kepalangmerahan secara teori, tetapi juga mampu mengembangkan karakter dan keterampilan yang menjadi bagian penting dari pembinaan generasi muda.
Belajar kepalangmerahan, berani beraksi, mampu berkolaborasi, dan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap sesama.
No Comments