MENU Sunday, 08 Mar 2026

Tolak Valentine dengan Edukasi: Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja di SMPIT Ar Ruhul Jadid Jombang

2 minutes reading
Friday, 13 Feb 2026 13:04 40 Infokom PMI Jombang

Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta membangun karakter yang bertanggung jawab, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja dengan tema “Tolak Valentine dengan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja” pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di SMPIT Ar Ruhul Jadid Jombang. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB ini dilaksanakan dalam suasana cerah berawan dan diikuti dengan penuh antusias oleh para siswa.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja agar mampu menyikapi fenomena perayaan Valentine secara bijak, khususnya terhadap potensi perilaku berisiko yang dapat muncul akibat kurangnya literasi kesehatan reproduksi. Melalui pendekatan edukatif, peserta diharapkan mampu menjaga diri, menghindari pergaulan bebas, serta membangun pola pikir dan karakter yang sehat serta bertanggung jawab.

Sebanyak 180 siswa mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 90 siswa laki-laki dan 90 siswa perempuan. Materi disampaikan oleh dua narasumber, yaitu Nur Chasanah Febby Ani dan M. Gilang Ramadhan, yang membawakan topik Pendidikan Kesehatan Reproduksi Seksual (PKRS) secara sistematis dan komunikatif. Materi yang diberikan meliputi “Perjalananku Dimulai dari Sini” yang membahas fase perkembangan remaja, “Aku dan Tubuhku” yang menekankan pentingnya mengenal serta menjaga tubuh dengan benar, serta “Hak dan Pembuatan Keputusan” yang mengajak peserta memahami hak atas tubuh dan pentingnya mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan, dilanjutkan pemaparan materi secara interaktif. Untuk memperkuat pemahaman, sesi edu game dilaksanakan sebagai bentuk praktik pembelajaran yang menyenangkan. Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi dan evaluasi guna menggali sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Metode penyampaian dilakukan dengan komposisi 50% teori, 30% praktik melalui edu game, serta 20% diskusi dan evaluasi.

Selama kegiatan berlangsung tidak ditemukan kendala berarti. Peserta menunjukkan partisipasi aktif, terutama pada sesi diskusi yang membahas pentingnya menjaga batasan diri dan memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan metode yang semakin interaktif, sehingga pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi semakin kuat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA