Kegiatan Latihan Rutin Gabungan Korps Sukarela (KSR) Perguruan Tinggi antara KSR ITEBis Dewantara dan KSR Universitas PGRI Jombang (UPJB) dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Kampus ITEBis Dewantara Jombang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Diklat Gabungan sebelumnya, yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta sekaligus memastikan standarisasi materi dan kompetensi dasar relawan sesuai dengan ketentuan Palang Merah Indonesia.
Latihan gabungan ini diselenggarakan oleh KSR ITEBis Dewantara Jombang sebagai tuan rumah, dengan menghadirkan narasumber dari PMI Kabupaten Jombang, yaitu Muhammad Syamsuddin dan Tiara Nuril Syahrani. Keduanya bertugas sebagai fasilitator dan pemateri dalam rangkaian pembelajaran yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB, di tengah kondisi cuaca yang semula mendung dan kemudian disertai hujan, tanpa mengurangi semangat para peserta.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang diwakili oleh staf Markas PMI Kabupaten Jombang. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya kesinambungan proses pembinaan relawan, khususnya bagi KSR perguruan tinggi, agar memiliki kesiapsiagaan, keterampilan, serta keseragaman pemahaman dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di lapangan.
Materi pertama yang disampaikan adalah pengantar Manajemen Bencana. Pada sesi ini, peserta dibekali pemahaman dasar mengenai siklus penanggulangan bencana, peran relawan PMI pada setiap fase, serta pentingnya koordinasi, komunikasi, dan keselamatan diri dalam setiap operasi kemanusiaan. Penyampaian dilakukan secara interaktif melalui metode ceramah dan diskusi, sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam bertukar pandangan dan pengalaman.

Sesi selanjutnya adalah materi Psychological First Aid (PFA) atau Dukungan Psikologis Awal. Materi ini menekankan pada kemampuan relawan dalam memberikan dukungan awal kepada korban bencana atau situasi krisis, dengan pendekatan yang empatik, menenangkan, serta berorientasi pada pemulihan kondisi psikologis. Narasumber menjelaskan prinsip-prinsip dasar PFA, tahapan intervensi, serta contoh penerapannya dalam berbagai situasi kedaruratan.
Dalam proses pembelajaran, metode yang digunakan memadukan sekitar 70 persen teori dan 30 persen diskusi. Peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan presentasi singkat dan tanya jawab, sehingga suasana kelas menjadi dinamis dan partisipatif. Sebagai bagian dari evaluasi, seluruh peserta mengikuti post-test untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.
Sebanyak 14 peserta dari kedua unit KSR mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias hingga akhir. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen yang tinggi untuk terus meningkatkan kapasitas diri sebagai relawan muda yang profesional, terlatih, dan siap diterjunkan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di bawah naungan PMI.
Secara umum, kegiatan Latihan Rutin Gabungan ini berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh rangkaian acara dapat terlaksana sesuai dengan rencana, baik dari segi waktu, materi, maupun metode pembelajaran yang diterapkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi, peningkatan kompetensi, serta penguatan jejaring antar KSR perguruan tinggi di Kabupaten Jombang, sehingga ke depan mampu bersinergi secara optimal dalam mendukung tugas-tugas PMI, khususnya di bidang kesiapsiagaan, penanggulangan bencana, dan pelayanan kemanusiaan.
No Comments