Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan profesionalitas pengemudi ambulans di jalan raya, PMI Jombang turut serta dalam kegiatan Coaching Clinic Etika Berkendara Ambulans yang diikuti oleh perwakilan dari 28 kota/kabupaten se-Jawa Timur. Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Polresta Sidoarjo, Jalan Cemengkalang Nomor 12, pada Rabu (28/5), mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyamakan pemahaman terkait standar keselamatan berkendara khususnya bagi pengemudi ambulans yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Pelatihan menekankan pentingnya etika, tanggung jawab sosial, serta pengendalian emosi dalam menghadapi dinamika di jalan raya.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jombang sebagai lembaga kemanusiaan yang memiliki layanan ambulans aktif turut serta dalam kegiatan ini. Kehadiran PMI Jombang menjadi wujud nyata komitmen dalam memastikan bahwa setiap personel yang bertugas, khususnya sopir ambulans, tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami aspek hukum, etika, dan psikologis dalam menjalankan tugasnya.
Ketua PMI Kabupaten Jombang, Drs. Soeharto, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan yang sering dihadapi para pengemudi ambulans di lapangan.
“Salah satu hal paling krusial adalah bagaimana pengemudi mampu mengontrol emosi ketika menghadapi hambatan di jalan, seperti pengendara yang tidak memberi jalan atau masyarakat yang salah memahami situasi darurat. Pengemudi ambulans harus tetap tenang, profesional, dan fokus pada keselamatan pasien,” jelas Soeharto.
Ia juga mengingatkan bahwa meski ambulans memiliki hak istimewa dalam berkendara—seperti melaju di luar batas kecepatan, menerobos lampu lalu lintas, hingga berhenti di area terlarang demi keselamatan pasien—tetap ada batasan hukum yang harus dipatuhi.
“Jika pengemudi ambulans bertindak ceroboh dan membahayakan pengguna jalan lainnya, maka mereka tetap bisa dikenai sanksi, termasuk surat tilang, tuntutan hukum, hingga kemungkinan menjadi tersangka. Ini menjadi pengingat bahwa profesionalisme juga berarti bertanggung jawab,” tambahnya.

Coaching clinic ini juga membahas studi kasus nyata di lapangan, teknis komunikasi dengan pengguna jalan, serta etika penggunaan sirine dan rotator. Peserta diberikan wawasan tentang peraturan lalu lintas terbaru, serta tips menghadapi situasi krisis di jalan yang menuntut pengambilan keputusan cepat dan tepat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengemudi ambulans di Jawa Timur, termasuk dari PMI Kabupaten Jombang, dapat meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan pasien, serta menciptakan sinergi yang lebih baik dengan aparat lalu lintas dan masyarakat.
No Comments