Wonosalam, Jombang – PMI Kabupaten Jombang kembali berkontribusi dalam peningkatan kapasitas generasi muda melalui kegiatan Kemah Bersama Pramuka dan PMR SMPN 2 Peterongan Jombang yang diselenggarakan di kawasan PWL (Padepokan Wonosalam Lestari), Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman anggota PMR mengenai dasar-dasar pertolongan pertama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menghadapi situasi kedaruratan.
Dalam kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Jombang menugaskan Auliyaul Ummah sebagai pemateri bidang Pertolongan Pertama. Materi yang disampaikan berfokus pada Penilaian Penderita dan Pemeriksaan Fisik, dua kompetensi dasar yang sangat penting dalam proses pemberian pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pelatihan diberikan kepada 27 anggota PMR SMPN 2 Peterongan yang telah melalui proses seleksi oleh pihak sekolah. Metode pembelajaran dirancang secara interaktif dengan komposisi 40 persen teori dan 60 persen praktik, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep dasar secara akademis, tetapi juga mampu mempraktikkan langkah-langkah pemeriksaan dan penilaian penderita secara langsung.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti sesi diskusi, mengajukan pertanyaan, serta terlibat dalam berbagai simulasi dan praktik yang diberikan. Suasana pembelajaran berlangsung dinamis dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dalam menentukan langkah pertolongan pertama yang tepat sesuai kondisi korban.
Melalui materi penilaian penderita dan pemeriksaan fisik, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya melakukan pengkajian awal terhadap korban sebelum memberikan tindakan. Keterampilan ini menjadi fondasi utama dalam pertolongan pertama karena dapat membantu mengenali kondisi korban, menentukan prioritas penanganan, serta mencegah terjadinya kesalahan tindakan yang dapat memperburuk keadaan.
Meskipun kegiatan berjalan dengan lancar, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Jadwal kegiatan mengalami keterlambatan hingga sekitar satu jam tiga puluh menit akibat keterlambatan kedatangan rombongan sekolah ke lokasi kegiatan. Kondisi tersebut menyebabkan waktu penyampaian materi harus disesuaikan dan dipersingkat agar tetap mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh panitia.
Namun demikian, keterbatasan waktu tidak mengurangi kualitas penyampaian materi maupun semangat peserta dalam mengikuti pelatihan. Seluruh sesi dapat terlaksana dengan baik dan tujuan pembelajaran tetap tercapai sesuai yang diharapkan.

PMI Kabupaten Jombang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian kemanusiaan. Selain itu, koordinasi dan pengondisian kegiatan di lapangan serta ketepatan waktu pelaksanaan diharapkan dapat menjadi perhatian bersama agar kegiatan edukatif seperti ini dapat berjalan lebih optimal di masa mendatang.
No Comments