Jombang – Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya panitia dan peserta kegiatan yang berpotensi menghadapi situasi kegawatdaruratan, PMI Kabupaten Jombang menyelenggarakan Workshop Pertolongan Pertama IMJ UB yang berlangsung di Aula Markas PMI Kabupaten Jombang pada Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan IMJ UB tersebut diikuti oleh sekitar 25 peserta. PMI Kabupaten Jombang menugaskan Adi Amin dan Ahmad Al Farizi sebagai pemateri yang memberikan pembekalan mengenai dasar-dasar pertolongan pertama melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi peserta dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman pada berbagai kondisi kegawatdaruratan yang umum dijumpai di lapangan.

Materi yang disampaikan meliputi pengantar pertolongan pertama, penanganan luka, kedaruratan medis, penanganan patah tulang, hingga teknik evakuasi korban. Seluruh materi disusun secara sistematis agar peserta memahami tahapan penanganan mulai dari penilaian awal hingga tindakan yang sesuai sebelum korban mendapatkan pelayanan medis lanjutan.
Proses pembelajaran menerapkan metode 50 persen teori dan 50 persen praktik. Setelah memperoleh penjelasan konseptual, peserta secara langsung mempraktikkan berbagai keterampilan dasar pertolongan pertama dengan pendampingan dari pemateri. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membangun kepercayaan diri peserta dalam menghadapi situasi darurat.
Selama sesi praktik, peserta dilatih melakukan penanganan pada berbagai skenario kasus yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti luka, cedera akibat benturan, kondisi kedaruratan medis, hingga teknik pembidaian dan evakuasi korban. Selain itu, skenario praktik juga disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan yang akan diselenggarakan oleh IMJ UB, khususnya dalam mendukung Basket Competition, sehingga peserta memperoleh pengalaman yang lebih relevan dengan kondisi yang kemungkinan dihadapi saat bertugas.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan suasana diskusi yang aktif antara peserta dan pemateri. Peserta tidak hanya mempraktikkan teknik-teknik pertolongan pertama, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan serta mendiskusikan berbagai pengalaman dan studi kasus yang berkaitan dengan penanganan korban di lapangan.
Melalui workshop ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai prinsip-prinsip pertolongan pertama serta mampu menerapkan keterampilan tersebut secara tepat ketika menghadapi kondisi darurat. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting dalam mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan, khususnya kegiatan olahraga yang memiliki risiko terjadinya cedera.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar tanpa kendala berarti. PMI Kabupaten Jombang berharap kegiatan pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan memperluas pengetahuan pertolongan pertama, sehingga semakin banyak individu yang mampu memberikan bantuan awal secara benar sebelum korban memperoleh penanganan medis lanjutan.
No Comments