Jombang — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jombang kembali memberikan pelayanan ambulans kepada masyarakat pada Selasa (28/4/2026) pukul 13.08 hingga 13.25 WIB. Layanan ini diberikan sebagai respon terhadap kejadian medis yang dialami seorang mahasiswi di lingkungan Stikes Pemkab Jombang.
Informasi kejadian diterima dari mahasiswa setempat. Menindaklanjuti laporan tersebut, PMI Kabupaten Jombang segera mengerahkan 1 unit ambulans beserta 3 personel yang terdiri dari 1 driver dan 2 petugas menuju lokasi penjemputan.

Pasien atas nama Nn. R (22), warga Perum Grand Emerald, Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, dalam kondisi umum lemas dengan riwayat penyakit GERD. Berdasarkan keterangan di lokasi, kejadian bermula saat pasien izin ke kamar mandi ketika perkuliahan berlangsung. Setelah mengonsumsi obat-obatan, pasien kembali ke kelas dan sekitar lima menit kemudian mengalami pingsan selama kurang lebih lima menit, yang kemudian disusul dengan kejang selama sekitar tiga menit.
Tim PMI segera melakukan asesmen dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 78 kali per menit, suhu tubuh 36°C, saturasi oksigen 99%, serta tingkat kesadaran GCS E4V2M6 dengan kondisi apatis. Pasien juga mengeluhkan nyeri pada bagian perut atas.
Dalam penanganan awal, petugas melakukan pemeriksaan respon kesadaran, mobilisasi dan evakuasi pasien ke dalam ambulans, serta memberikan terapi oksigen menggunakan simple mask dengan aliran 10 liter per menit. Selanjutnya, dilakukan pemantauan kondisi pasien secara berkala selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

Pasien kemudian dirujuk ke RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Dalam pelaksanaan layanan ini, PMI Kabupaten Jombang menerjunkan 1 unit ambulans dengan dukungan 3 personel.
PMI Kabupaten Jombang mengimbau kepada masyarakat, khususnya individu dengan riwayat penyakit tertentu dan konsumsi obat-obatan, untuk lebih berhati-hati serta memastikan penggunaan obat sesuai anjuran medis guna menghindari risiko kejadian serupa.
No Comments